Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut.
1.
Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
Dalam Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam
lingkup disiplin ilmu fisika, kimia, dan biologi. Banyak ahli yang menyatakan
pembelajaran IPA yang disajikan secara
disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun, karena anak
pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke
berpikir abstrak. Lagi pula, anak melihat dunia sekitarnya masih secara
holistik. Atas dasar itu, pembelajaran IPA
hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. Di samping
itu pembelajaran yang disajikan terpisah-pisah dalam fisika, biologi, kimia,
dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan, sehingga
membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak, serta membosankan bagi peserta
didik. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan, maka
pembelajaran akan lebih efisien dan efektif.
Keterpaduan
mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi
karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan
materi yang lain. Guru dituntut memiliki kecermatan, kemampuan analitik, dan
kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun
metodologi.
2.
Meningkatkan minat dan motivasi
Pembelajaran terpadu memberikan
peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh,
menyeluruh, dinamis, dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru, serta
kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Dalam hal ini, pembelajaran terpadu
memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan
tema yang disampaikan.
Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik
untuk mengenal, menerima, menyerap, dan memahami keterkaitan atau hubungan
antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema
tersebut. Dengan model pembelajaran yang
terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik digiring untuk
berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual
yang disajikan guru. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah,
teratur, utuh, menyeluruh, sistemik, dan analitik. Peserta didik akan lebih
termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna
baginya, dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya.
3.
Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus
Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu, tenaga, dan
sarana, serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat
diajarkan sekaligus. Di samping itu, pembelajaran terpadu juga menyederhanakan
langkah-langkah pembelajaran. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan
penyatuan sejumlah standar kompetensi, kompetensi dasar, dan langkah
pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan.






0 komentar:
Posting Komentar